Kacau
tingkat tingi
Pada dasarnya semua orang pernah
mengalami hal demikian ini yaitu kacau tingkat tinggi. Pada saat seseorang
menemui jalan buntu maka akan merasakan hal yang demikian ini. Serasa tidak
tahu mau apa dan bagaimana. Hati tidak tenang pikiranpun kacau, rasa tidak
menentu. Tindakan tidak menentu kata-katapun seperti settingan dengan megnarah
kehal-hal yang negative. Terdiam seribu bahasa tanpa tahu apa yang mesti di
katakana, pandangan kosong kedepan tanpa punya rencana yang jelas. Betul-betul
kacau tingkat tinggi orang yang demikan ini. Semuanya mengalami kebuntuan
seperti botol yang ditutup kantong pelastik kemudian diikat dengan karet
sehingga botol tersebut tidak bisa dimasuki air. demikian juga dengan sesorang
dirinya seperti mengalami kematian karena tidak sadar kalau dirinya masih punya
nafas.
Pada dasarnya hal yang seperti ini
jangan terjadi pada diri seseorang. Seharusnya diisi dengan sesuatu yang
posotif. Sebenarnya penulis juga merasa buntu dan jenuh dengan apa yang
seharusnya dikerjakan. Dengan menulis ini saya jadikan sebagai lawan dari
hal-hal yang negative. Artinya saya berusaha mengubah sesuatu yang negative
dengan perbuatan yang positif, seperti menulis ini. Pada saat-saat buntu
seperti ini saya jadikan sebagai tema tulisan sebenarnya saya pelakunya. Tapi
sekali lagi saya tulis wacana ini, karena saya rasakan kacau tingkat tinggi,
tapi ternyata ini hanya hayalan. Kacaunya hanya berada di tingkat hayalan saja
pada kenyataannya ini terjadi karena tidak memikirkan dengan seksama apa yang
terjadi disekitarnya. Tidak ada masalah, hanya kacau dengan pemikiran sendiri.
Semua cita dan cinta tinggal membutuhkan rasa sabar dan syukur saja untuk
menikmati segala sesuatu yang ada.
Jangan pernah merasa sendiri dengan
semua keadaan yang ada dengan diskusi dan intraksi yang ruting dengan siapapun,
maka kacau tingkat tinggi ini tidak akan terjadi. Hal ini bisa saja terjadi
ketika semua ini tidak ada kepercayaan didalamnya. Artinya hanya merasa diri
paling benar, menganggap orang lian tidak ada yang mumpuni. Semua ini lagi-lagi
bisa terjadi pada saat merasa diri paling hebat dibandingkan dengan manusia
yang lain sehingga sulit untuk menerima masukan atau pendapat. Apa saja bisa
terjadi dalam kehidupan umat manusia termasuk kacau tingkat tinggi ini. Bisa
dilihat dalam film-film ada yang baik sekali ada juga yang jahat sekali. Ketik
baik maka orang tersebut baik sekali tidak pernah melakukan kejahatan, begitu
juga kalua orangnya jahat maka jahat sekali artinya totalitas dalam
menjalangkan perangnya. Jadi lagi-lagi ini hanya terjadi di dunia perfileman.
Saya kira dalam dunia nyata hal seperti yang terjadi di perfilman itu hanya
sebagai gambaran saja dan lagi-lagi jauh berbeda dengan kehidupan nyata.
Sebelum membaca terlebih jauh saya
ingin katakatan bahwa yang saya tulis ini adalah contoh yang tidak ada dalam
dunia nyata. Hanya saja kalau ada maka bisa dikatakan benar-benar kacau tinkat
tinggi. Saya pernah dengarkan berita bahwa ada orang yang membunuh rekan
kerjanya dengan cara memutilasi. Waooo ini benar-benar kacau tingkat tinggi.
Ada juga berita yang saya pernah lihat mengadili nenek-nenek hanya kerena
mencuri disebabkan karena kelaparan. waduh ini miris mendengarnya kacau tinggat
tinggi. Lagi-lagi ini hanya terjadi di berita televisi. Mudah-mudaha tidak
terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Saya sangat subjektif dalam
mengomentari sesuatu ternyata setiap orang yang hidup di dunia pasti ada
masalahnya masing-masing punya masalah tertentu dalam kehidupannya. Lain
lanang lain belalang lain orang pasti lain masalahnya. Ternyata semua
contoh yang mau saya paparkan adalah contoh-contoh yang terjadi pada manusia
pada umumnya, sampai masalah yang tersadis sedikitpun terjadi. Sampai ada kasus
yang membenuh satu keluarga. Benar-benar kacau tingkat tinggi. Saya tidak habis
pikir manusia begitu sadis padahal punya logika yang sudah pasti mengetahui
mana yang seharusnya dan mana yang sepantasnya.
Masalah yang sepeleh saja bisa
menjadi masalah yang sangat besar ketika masalah tersebut tidak ditaggapi
dengan logika ala manusia ataupun diselesakan dengan aturan syariat agama.
Baru-baru ini ada seorang anak laki-laki membunuh tetangganya karena mencuri
rokok dua bungkus. Pada dasarnya masalahnya hanya dua bungkus rokok yang
kemudian menyebabkan hilangnya nyawa. Ketika menelusuri kejadian yang
sesungguhnya maka bisa dikatakan hanya persoalan yang sepeleh saja.
Ada
seorang anak laki-laki yang masih sekolah di bangku SMA kemudian anak tersebut
membunuh tetangganya sendiri karena kedapatan mencuri rokok dua bungkus.
Kasusnya pada saat anak ini mencuri si korban atau yang punya toko yang menjual
rokok memergoki anak tersebut. Kemudian korban ini mengancam akan melaporkan
anak tersebut ini kepada tantenya yang
terkenal ganas dan kasar terhadap keponakannya ini. Anak tersebut
betul-betul takut dengan ancaman si korban maka dengan tanpa pikir panjang anak
tersebut ini pulang mengambil pisau dapur di rumah tantenya dan kemudian
mendatangi korban dan menusuknya beberapa kali. Maka yang terjadi adalah si pemilik tokoh yang menjual
rokok meningga dunia.
Manusia pada dasarnya tidak ada yang
suci 100% begitu juga tidak ada manusia yang jahat 100%. Hanaya saja perluh
disadari kalau bersalah maka minta maaf kalau berdosa maka bertaubat. Hanya
saja banyak kejadian mau dimaafkan tapi tidak mau minta maaf. Saya peribadi
mengakui sangat peramah dan pemaaf tapi kalau kasusnya yang seperti ini maka
saya orangnya tidak demikian. Artinya kalu ada orang yang bersalah pada saya,
maka saya akan maafkan selama orang tersebut datang baik-baik minta maaf. Tapi
kalau mau dimaafkan tapi tidak mau minta maaf maka minta maaf saya tidak bisa
maafkan. Saya kira Allah juga maha penganpung tapi hanya orang hamba yang sudi
bertaubat yang akan diberikan pengampunan. Sendangkan orang yang sombong dan
tidak mau mengakui dosa yang dilakukannya akan dimasukkan dalam nerakanya. Dalam
sebuah hadis dijelaskn bahwa “tidak akan masuk sorga seorang hamba selama dalam
dirinya ada kesombongan seberat zarra” artinya manusia harus selalu sadar
dengan perbuatannya.
Sadar atau tidak semua orang mau dihormati, dipuji, disanjung, dan berbagai gelar yang lain. Hanya saja banyak orang tidak sadar dengan kata-kata sanjungan atau pujian yang dilontarkan mereka memanfaatkan sanjunga dan pujian tersebut. Menganggap orang yang menghormatinya lebih rendah dari dirinya menganggap dirinya lebih hebat dari orang yang memujinya. Inilah sebenarnya paham yang salah, karena pada dasarnya kita dianjurkan untuk saling menghormati saling memahami dan berbagai hal yang lain yang sepatutnya kita mesti pahami sebagai manusia. Kacau tingkat tinggi ini adalah disebabkan banyaknya manusia yang tidak sadar kalau dirinya adalah manusia yang selayaknya saling menhormati satu sama lain.
Komentar
Posting Komentar