New Tidak Normal

 


Bahasa sebagai petanda dan ciri bagi umat manusia. Bahasa adalah simbol yang melekat pada diri seseorang yang  menandakan bahwa dia adalah manusia normal. Berbicara atau berkomunikasi bertanda bahwa orang tersebut mempunyai pemahaman yang memadai karena bisa menyampaikan ide-idenya melalu komunikasi walaupun bahasa tersebut sulit dipahami. Tapi pada intinya manusia tersebut bisa menyampaikan sesuatu yang sangat inti dalam dirinya karena bisa mengambarkan ide pendapat yang ada dalam logikanya.

Bahasa manusia inilah yang tidak ternilai dengan apa pun termasuk nilai rupiah. Inilah yang harus dipertahangkan, jangan sampai manusia ini seperti yang dijelaskan dalam teks agama “lebih rendah dari binatang karena memiliki  hati tidak digunakan untuk memahami, punya telinga tapi tidak digunakan untuk mendengarkan, memiliki mata tapi tidak digunakan untuk melihat suatu kebenaran”.

 Burun saja yang bisa bicara mempunyai nilai jual yang sangat mahal, apa lagi manusia buka saja sekedar bisa bisacara tapi bisa segalanya, tentu nilainya tak dapat diukur dengan rupiah ataupun materi. Burung walet dengan kualitas sarangnya sehingga dibuatkan rumah yang bertingkat-tingakat, lebah dengan madunya dibuatkan khusus tempat yang istimewa sebagai tempatnya. Burung yang memiliki kicauan yang sangat merdu ditempatkan di sangkar yang istimewa. apa saja  selain manusia yang mempunyai kelebihan tentu dihargai dengan sepantasnya bahkan penghargaan yang lebih. Jangan sampai manusia justru sebaliknya dalam artian sudah bosan menjadi manusia bahkan mau menjadi binatang.   

Salah satu contoh yang sangat mendasar pada saat ini adalah virus corona yang makin menjadi-jadi bahkan ada yang mengatakan penyebarannya 10 kali lebih berbahaya dari sebelumnya. Salasatu gambaran bahwa banyak orang yang tidak sadar menjaga dirinya dengan tidak menghiraukan protokol kesehatan yang telah diinstruksikan pemerintah. Padahal tidak menjaga diri sama halnya membahayakan orang lain. Ini bukti nyata bahwa secara tidak langsung apa yg diperbuat ketika itu positif maka dampaknya bukan saja bagi diri sendiri tapi secara langsung bisa dirasakan bagi orang kain. Apalagi kalau itu sesuatu yg negatif maka dampaknya 10 kali atau bahkan lebih dari perkiraan, dampaknya tidak terhingga seperti virus corona ini.

Virus corona yang sangat berbahaya ini apabila tidak disadari oleh kebanyakan orang maka dampaknya lebih dari yang dikira pada saat ini. Banyak orang yang sudah bosan mendengarkan beritanya, padahal musu terbesar yang harus diberantas pada saat ini adalah corona. Tapi sungguh sangat aneh orang tidak perduli lagi dengan keselamatan dirinya terbukti masih banyak yang tidak menghiraukan protokol kesehatan, salah satu contohnya masih banyak orang yang tidak pakai masker ketika keluar rumah. bukan itu  saja dimana-mana masih banyak kerumunan orang-orang Tanpa memperdulikan kesehatannya lagi.

 

 

Komentar

Posting Komentar