Sebenarnya pekerjaan yang sangat muda dilaksanakan adalah menulis. Karena menulis tidak membutuhkan banyak persyaratan yang penting menulis. Materinya menarik ataupun tidak menarik tidak menjadi suatu permasalahan. Ada kaitan dengan judulnya atau tidak yang penting menulis. kesulitannya adalah pada saat memikirkan apa yang mau ditulis, pada hal dalam menulis tidak usah banyak wacana ataupun teori ilmiah yang mau diterapkan intinya menulis itu ketika kita menulis. Apa yang ditulis itu mengalir dengan sendirinya sesuai dengan yang ada dalam logika ferfikir kita.
Banyak yang tidak bisa menulis karena jarang membaca sehingga tema yang mau ditulis tidak ada karena tidak ada dalam wacanaya. Padahal membaca bukan saja pada saat duduk ataupu berdiri dengan melihat selembar buku atau Koran atau apapun itu namanya. Membaca bukan saja pada saat melihat buku tulis atau buku bacaan, membaca apa saja yang ada di hadapan kita. Dalam Alquran wahyu pertama yang diterima Rasulullah melalui malaikat Jibril adalah wahyu membaca yang terdapat dalam QS.al-Alaq ayat 1-5
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, yang menjelaskan bahwa pada saat tersebut nabi Muhammad saw. heran seheran-herannya karena tidak mengetahui apa yang mau dibaca. Sampai tiga kali malaikat jibril menganjurkan untuk membaca dengan perintah dengan kalimat perintah kepada Muhammad saw. Dengan memahami kalimat ini berarti manusia harus tahu dan paham bahwa kita diperintahkan untuk membaca pada awalnya tapi perlu juga diketahui bahwa apa yang harus dibaca. Inilah yang memerlukan pembacaan bahwa proses membaca itu bukan tertuju pada buku atau tulisan saja tapi lebih dari itu, apa yang kita lihat perlu pemahaman bukan sekedar melihat ataupun bukan sekedar mendengar, apa yang ada dihadapan kita adalah subjek bacaan yang kemudian bisa dituangkan dalam tulisan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Tidak bisa dibayangkan luar bisanya ayat yang kedua ini. Bisa dipahami bahwa manusia ini sebenarnya tidak bisa hidup tanpa setetes darah yang mengalir ditubuhnya. Darah yang mengalir tentunya sangat bernilai bagi kehidupan manusia. Sebenarnya bukan saja unsur darah yang ada dalam diri manusia tapi banyak unsur yang lain yang tidak kalah pentingnya. Tanpa darah manusia akan mati begitu juga dengan beberapa unsur yang lain.
Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, lagi-lagi manusia dianjurkan untuk kembali membaca terhadap apa yang menjadi kemahapemurahan yang maha kuasa. Ini menandakan bahwa manusia harus selalu sadar bahwa selain kebutuhan dan keinginannya ada pencipta yang menentukan serta memutuskan segala macam urusannya. Lagi-lagi sebagai hamba Allah manusia harus selalu sadar terhadap sisi keilahian yang ada dalam dirinya, artinya sisi positif harus lebih menonjol dan menyadari ketika ada sisi negatif yang seharusnya dijauhi dan dihindari.
Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, artinya manusia harus menulis karena dengan menulis manusia akan mendapatkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang tidak pernah didapatkan sebelumnya. Artinya dengan menulis banyak ide-ide yang timbul yang sebelumnya tidak pernak diduga bahwa ide-itu mengalir begitu saja. karena manusia mempunyai sisi ilahi yang selalu ada dalam dirinya. Termasuk dalam menulis. Sisi ilahi ini selalu ada dalam diri manusia sehingga manusia sebenarnya selalu terawasi bahwa manusia mempunyai filter yang alamia yang terkadang tidak disadarinya.
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Dalam menulis terkadang kita tidak mengetahui apa yang mau ditulis tapi ternyata ketika menulis banyak hal yang ditulis mengalir begitu saja termasuk ketika saya menulis tema ini. Apa yang tidak diketahui sebenarnya itu hanya ilusi yang ada dalam diri manusia. Karena ketika memutuskan untuk menulis yang sebelumnya merasa tidak tahu apa-apa yang menjadi bahan tulisan. Ternyata ketika menulis sungguh menakjubkan karena bisa menulis sampai banyak alenia yang tercipta padahal sebelumnya mengaku tidak tahu apa-apa. Jadi, dengan keyakinan penuh dan selalu merasa bahwa manusia mempunyai sisi ilahi yang harus dipupuk sehingga selalu mempunyai keyakinan bahwa dalam diri setiap orang ada yang mengawasi dan menuntunnya.
Komentar
Posting Komentar