BONEKA KUCING HADIAH DARI NENEK



Seorang anak perempuan diberikan hadiah oleh neneknya sebuah boneka kucing yang mirip dengan aslinya, punya mata yang indah seperti kucing pada umumnya, hidung telinga serta buluhnya yang indah bisa mengeong dengan suaranya yang sangat khas, matanya juga bisa goyang-goyang kedap-kedip dengan warna kebiru-biruan.
            Boneka kucing ini sebenarnya sangat berlebihan ketika diberikan kepada anak kecil yang belum tahu nilai sebuah barang, boneka ini sebenarnya sangat mahal karena mempunyai aksessoris yang  lengkap sepertinya punya nyawa dan perasaan karena dilengkapi dengan batre yang mempunyai kualitas istimewah.
            Sebagai anak yang tidak tahu bagaimana menyalakan boneka yang sangat canggih tersebut, sehingga harus minta bantuan kepada ibunya untuk menyalakannya. Setiap kali boneka itu mau dimainkan harus sepengetahuan orang tuahnya, karena anak ini tidak tahu bagaimana cara mengoprasikannya. Pada suatu saat anak tersebut berpikir untuk menyalakannya sendiri dan ternyata berhasil. Jadi, setiap kali mau main tidak perluh lagi minta bantuan  orang tuanya karena boneka itu bisa mati secara otomatis tanpa disentuh lagi, dibiarkan saja beberapa saat akan mati sendiri, akan tapi selama disentuh dan dimainkan akan on terus.
            Menurut saya boneka ini sangat canggih karena memakai batre yang sangat istimewah sehingga bisa tahan lama selama 24 jam non stop. Anak tersebut sudah mahir memainkan bonekanya sendiri tanpa bantuan dari ibunya. Pada suatu hari anak ini sangat penasaran dengan isi dari boneka tersebut. dalam pikirannya kenapa ada boneka bisa bunyi dengan suara mengeong yang sangat merdu. Sehingga tanpa sepengetahuan ibunya anak ini membongkar boneka yang sangat canggih ini dengan tujuan untuk mengamati apa isi dari boneka tersebut.
Boneka yang canggih berhasil dibongkar oleh anak gadis yang imut dan cantik ini. Dengan tanpa rasa bersalah anak ini terus mengamati dengan membongkar satu demi satu alat yang ada dalam tubu boneka, ringkas cerita semuanya sudah terbongkar, sehingga anak ini ketawa-ketiwi tanpa rasa bersalah sedikit pun bahkan batrenya di hancurkan dengan tujuan untuk melihat isi dari batre tersebut. ternyata isinya hanya serbuk hitam pekat seperti arang yang biasa dipakai oleh ibunya masak di dapur.  
Anak tersebut  betul-betul sudah merusak boneka itu tanpa sepengetahuan ibunya, anak itu berusaha untuk membetulkan kembali boneka tapi ternyata tidak bisa lagi sehingga pada akhirnya boneka itu disimpang dan dibungkus disembunyikan ditempat yang tidak dilihat oleh ibunya. Anak ini baru menyadari setelah semuanya sudah rusak dan tidak bisa diperbaikinya kembali. Anak ini tidak main boneka lagi karena bonekanya sudah rusak, mungkin karena rasa bersalah sehinga Dia tidak  memberitahukan ibunya kalalu bonekanya sudah dibongkar. 
Sudah beberapa hari tidak main boneka sehingga ibunya heran kenapa anaknya tidak main boneka lagi mungkin bonekanya rusak atau batrenya mati. Sehinga anak ini dipanggil oleh ibunya, panggil saja namanya Mawar (nama samaran),
Ibu : Mawar kesiniki dulu nak
Mawar: iye Ibu (anak ini sudah merasa pasti akan di introgasi oleh ibunya terkait dengan boneka yang dirusaknya)
Ibu: mana boneka ta nak? (dengan surara yang sangat lembut ditelinga anaknya)
Mawar: adaji ibu
Ibu: kenapaki  tidak main boneka lagi nak?
Mawar: bonekanya rusak ibu  dan tidak bisa dioperasikan lagi
Ibu: ambilkan Ibu bonekanya, nanti ibu yang lihat apa masalanya
Mawar: ouw iye ibu (dengan tanpa rasa bersalah Mawar mengabbil kantong hitam yang isinya boneka yang sudah dibongkarnya dan tidak bisa diperbaiki lagi), ini bonekanya ibu
Ibu: innalillahi wainna ilaihi rajiun (kata ibunya karena melihat boneka yang sangat canggih itu hancur berantakan sudah dibongkar oleh anak manisnya yang cantik dan imut). Dengan memandangi wajah anaknya sambil berkata dengan lembutnya, kenapaki bongkar ini boneka anakku yang cantik, apa alasan ta?
Mawar: saya mau tahu apa isinya ibu dan ternyata tidak ada yang saya dapatkan barang istimewah di dalamnya, hanya arang hitam seperti yang dipakai ibu masak di dapur
Ibu : Alhamdulillah ternyata Mawar sudah tahu hakikat dari boneka itu hanya abu hitam. sambil tersenyum kepada anaknya dan menjelaskan sesutau. Anaknya hanya melongo seolah-olah paham apa yang dijelaskan oleh ibunya
Ibu : itullah gambaran manusia anakku dibungkus dengan kulit yang mulus, rupa yang tanpan dan cantik, punya  telinga, punya mata, hati, insting, kata-kata yang sangat sopan serta akhlak yang mulia. Boneka kucing itu hanya punya suara yang tergantung dengan kualitas batrenya yang bisa dinilai dengan uang, kalau manusia  bisa dikatakana tidak bisa dinilai dengan harga karena tidak terhitung nikmat yang ada dalam dirinya. Boneka kucing itu tidak seberapa harganya walaupun sangat canggih tapi tidak bisa dibandingkan dengan manusia
 Ibu: sebagai hamba Allah dan umat Rasulullah yang mempunyai akhlak yang muliah sehingga bisa dikatakan sebagai manusia bukan sekedar bongkahan yang berasal dari tanah yang busuk dan menjijikkan.
Karena akhlak yang muliah membuat manusia jadi mahluk yang tidak ternilai  harganya. Boneka kucing walaupun sangat mahal tapi masi bisa dinlai dengan uang dan masi bisa ibu beli lagi, dengan syarat Mawar harus punya akhlak yang mulia dan menjadi anak yang salehah menjadi hamba Allah swt. dan umat Muhammad saw. yang taat pada Agama.



           

Komentar

Posting Komentar