Al-Dunya, al-Dinun, al-Daenun (Dunia, Agama, Hutang)


Al-Dunya-Dunia segala sesuatu yang  terdapat dibumi ini termasuk langit dan bumi beserta isinya. Manusia salah satu dari penduduk bumi tentunya termasuk bagian dari Dunia. Dunia yang penuh bintang, intan, permata, emas, dan berbagai macam kemilau dan lampu yang  kedap-kedip ataupun gemerlapannya, sehingga kehidupan ini menjadi indah, hanya saja banyak yang lupa dengan tujuan awalnya untuk meraih cinta penciptanya.
Al-Dinun- agama bermakna aturan yang harus diaplikasikan. bisa dipahami bahwa ternyata di dunia harus mengikuti aturan yang telah ditentukan. Landasannya adalah tata cara beribada yang menjadi aturan ataupun argumen kebenaran yang qat’i maupu yang zanni bagi pemeluk agamanya masing-masing, baik agama samawi(langit) maupun agama ardi(bumi) Temasuk orang yang beragama Islam harus patuh dan tunduk terhadap aturan agamanya. Agama Islam Yang notabenenya sebagai agama samawi yang aturan-aturannya adalah kalamullah yaitu Alquranul karim(makna dan Lafalnya dari Allah swt.), yang wajib diikuti. Berbeda dengan agama ardi yang aturannya bisa saja dari salah satu tokoh pembaharu yang sangat terkenal dengan salah satu penilaiannya adalah akhlaknya yang sangat mulia.
Al-Daenun bermakana hutang yang harus dibayar, dalam sehari semalam kalimat janji selalu diucapkan seperti tasyahut adalah janji disetiap kali shalat lima waktu yang kurang lebih jumlanya 9 kali dilafalkan. Banyak yang lupa akan janjinya kepada sang pencipta bahkan hanya sekedar ritual saja tanpa aktualisasinya. Dalam shalat, semua yang di baca itu adalah janji yang harus ditunaikan dimulai takbir sampai salam. Agama bukan sekedar ibada mahda saja tapi ada juga ibada sosial yang seharusnya sejalan. Bukan saja pengucapan dengan lida, membenarkan dengan hati tapi harus diaplikasikan.
  secara kasat mata antara agama, dunia dan hutang sangat bertolak belakan dari sisi makna. Tapi ketika dikaji secara mendalam maka kata hutang ini jusrtu mempunyai keterkaitan makna yang sangat erat dengan ketiga kata yang berbeda tersebut. Sangat menarik ketika menelusuri lantunan bunyinya yang seolah-oleh sama kedengarannya tapi mempunyai arti yang berbeda dan ada hubungan maknanya. Inilah sebenarnya pemahaman teks dan kontes yang harus dipahami dalam membaca teks agama termasuk Alquran.
Di dunia harus punya agama karena agama adalah hutang, sebagai hamba yang diciptakan oleh yang maha kuasa yaitu Allah swt. Di dunia harus mengikuti aturan yang ada karena aturan itu sebagai acuan dan landasan dalam mengarungi kehidupan. Bisa dilihat orang yang tidak mengikuti aturan pasti hidupnya akan kacau balau, hidupnya tidak beraturan bahkan selalu memngalami kegalauan, disebabkan karena dimensi yang sangat penting dalam kehidupan ini tidak diterapkannya.
Orang yang mengaku tidak beragamapun mempunyai aturan dan aturan itu sebagai agamanya. Seperti misalnya Atheis yang mengatas namakan diri tidak bertuhan padahal pada hakikatnya aturan dan landasan hukum itu adalah agama yang mereka tidak pahami secara mendalam.
Sebelum manusia lahir ke dunia ini pasti semunya sudah berjanji akan mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh penciptanya sebagaimana dijelaskan dalam bahasa agama yang kurang lebih  terjemahnya: “apakah kalian percaya kepadaku, iya saya bersaksi engkau adalah tuhanku” ini adalah janji kita sebagai hamba kepada pencipta bahwa akan mematuhi segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya. Ini adalah janji untuk selalu mengabdi kepada pencipta dimanapun berada.
            Dalama bahasa tasawuf dijelaskan bahwa manusia tidak akan lahir ke dunia selama dia tidak mengaku akan menyembah tuhannya. Jadi hidup ini adalah janji yang harus ditunaikan yaitu mengabdi kepada sang penguasa langit dan bumi.
Dengan kalimat sederhana bahwa orang yang hidup di dunia ini harus mempunyai agama karena agama adalah janji yang harus ditunaikan. Kehidupan dunia punya aturan baik aturan dunia lebih-lebih aturan agama yang kaitannya dengan kehidupan yang kekal di akhirat nanti. konsisten dengan segala potensi kemanusiaan untuk mengabdi baik secara ritual maupun secara aktual.
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
           




Komentar

Posting Komentar