Manusia adalah mahluk tuhan yang sangat sempurna sebagaimana yang
telah dijelaskan dalam Alquran. Manusia mempunyai unsur yang sangat mendasar
yaitu unsur jasmani dan rohani keduanya mempunyai fungsi yang berbeda yang
pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama. Jasmani tugasnya memperhatikan
situasi atau kondisi disekitarnya sedangkan rohani memperhatikan situasi ghaib di luar jangkauan
jasmaninya dengan satu tujuan yaitu patuh dan tunduk terhadap konsep dasar
penciptaannya, pada hakekatnya terikat dengan suatu perjanjian resmi yang
absolute dengan sang maha kuasa.
Bisa dilihat bahwa Manusia hidup dengan berbagai permasalahan yang
berbeda-beda seperti tantangan dan ujiannya. Perlu diketahui bahwa ujian dan
tantangan tersebut sesuai dengan kemampuan dan objeknya masing-masing. Apa yang
dialami dan dihadapi oleh setiap manusia itulah yang menjadi garis hidupnya.
Hidup adalah suatu anugrah yang sangat mulia, karena tidak sembarang
orang yang hidup dan bertahan sampai detik ini, hanya orang-orang yang kuat yang terpilih hidup, karena hidup adalah
kekuatan dan ketaatan. Kekuatan tidak cukup tanpa disertai dengan kepatuhan
terhadap aturan dunia lebih-lebih aturan tuhan, tanpa ini semua maka manusia
akan mati berlahan-lahan bagaikan orang kehausan dipadang pasir yang sangat
luas dan gersang.
Manusia membutuhkan bekal
yang banyak yang bermacam-macam
jenisnya, karena satu macam bekal saja
tidak mampu memenuhi hidup. karena hidup sama halnya tidak hanya sehari semalam
atau sejam saja. Tapi, hidup ini kekal sampai hari kemudian, hari akhir yaitu
pertemuan antara makhluk dan penciptanya, pertemuan antara hamba dengan
tuhannya
Pemahaman seperti ini membutuhkan energi positif dalam diri setiap orang dan latihan setiap saat untuk
menguasai pribadi masing-masing. apa yang ada dalam pemikiran dan pemahaman setiap orang itulah yang harus diaplikasikan
dalam kehidupan nyata (yang positif). Apa yang dikatakan itulah yang menjadi perbuatannya.
Dunia ini adalah nyata jadi sesuatu yang harus dilakukan adalah sesuatu yang
nyata. bahkan di dunia maya sekalipun manusia harus melakukan sesuatu yang seolah-olah nyata dan keyakinan yang kuat sehingga menghasilkan
sesuatu yang nyata.
Manusia harus selalu mengfungsikan dirinya sebagai manusia.
Manusia, malaikat, jin. Adalah sama-sama ciptaan tuhan, yang membedakan hanya
sisi kemanusiaannya. Maksudnya apa yang
ada dalam diri malaikat dan jin juga ada pada diri manusia. Tapi sebaliknya apa
yang ada dalam diri manusia tidak ada pada Malaikat dan Jin. Manusia adalah manhluk yang memiliki
semua sisi. Sesmua yang ada di alam ini ada pada manusia. sehinga manusia yang
memahami dirinya adalah manusia yang bisa menguasai alam semesta dan segala
yang ada di dalamnya.
Alam semesta bisa dikuasai oleh manusia, tapi seharusnya manusia
harus menyadari bahwa dirinya bukan tuhan sehingga tidak boleh melakukan hal
tersebut karena dapat menyebabkan ketersiksaan dan jauh dari tuhan yang menguasai
alam semesta.
Segala sesuatu yang ada di Alam ini bisa dikatakan sesuatu yang
semu sehingga manusia tersiksa dan banyak tidak mampu menghadapinya karena pada
dasarnya hanya fatamorgana (bayangan yang seola-ola nyata). Baik dunia
Nyata lebih-lebih dunia Maya.
Pada saat manusia tidak dapat menguasainya dengan kata lain tidak
bisa menguasai dirinya maka manusia tersebut tidak berdaya karena lahir dan
batingnya bertentangan antara jasmani dan rohaninya tidak bersatu sehingga
apa yang dilakukannya tidak mungking
dapat berhasil. Dalam bahasa bugis kuno diungkapkan mallebu tello macaca
jarung mencing pada bessie (bundar seperti telur, tajam seperti jarum, bunyi
seperti besi). Dipahami bahwa dalam segala hal niat yang tulus dan fokus serta
keyakinan yang kuat.
Dijelaskan juga dalam sebuah kata-kata klasik yang berbahasa bugis massobbu
ko tajannge bisa diartikan dengan kalimat bahasa Indonesia: sembunyi dalam
cahaya. Secara kasat mata sembunyi dalam cahaya itu tidak mungkin terjadi, tapi
dalam bahasa tafsir dan tasawwuf maupun filsafat tidak ada yang tidak mungkin
jika itu terkait dengan akal dan
pemahaman. Memahami hal yang seperti ini adalah manusia harus selalu tetap
dalam pendiriannya yang artinya harus mempertahankan sisi kemanusiaannya (Akal,
Hati, Insting, Kata-Kata Dan Tingkahlaku) untuk selalu mengabdi baik
aturan Dunia begitu juga dengan aturan sang pemilik alam semesta.
Wassalamu
alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Luar biasa, mengungkap sisi lain dari manusia
BalasHapusManusia harus mengfungsikan dirinya sebagai manusia agar bisa dikatakan manusia bukan lainnya. Mantap Pak doktor.
BalasHapusMantap pak, manusia adalah makhluk sempurna ciptaan Allah
BalasHapusmaka bersyukurlah diciptakan sebagai manusia… mantap pak doktor
BalasHapus