SEKOLAH SAMBIL KERJA (Kenangan Manis)
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Setiap orang mempunyai tempat kelahiran tapi tidak semua orang punya kampung halaman. Ketika tinggal  dikampung halaman segalanya serba alami dan alat yang digunakan masih serba tradisional. Kalau zaman dulu orang masi pakai Sapi atau Kerbau untuk menggarap Sawahnya.
Pada waktu itu ceritanya sangat sibuk dengan pekerjaan yang tergolong berat karena Setiap pagi turung ke Sawah ataupun pergi di Kebun, di  sawah menanam padi ke kebun biasanya memetik coklat atau mengambil kelapa ataupun pisang termasuk sayuran.    
Pergi di sawah mulai jam enam pagi dan istirahat jam Sembilan kurang lebih selama 30 menit untuk sarapan pagi,  lanjut kerja sampai jam 11 siang (isoma istirahat sholat makan  sampai jam satu). Jam 1 sampai jam 04:30 istirahat shalat Ashar kurang lebih 30 menit. 04: 00 turung lagi di Sawah sampai sekitar jam 18:00. (sebelum magrib).
            Setelah masa tanam berlangsung kurang lebih satu bulan lamanya maka kegitan di sawah pun sedikit ringan, dan menunggu masa panen tiba. Setelah itu maka kegiatannyannya  lanjut lagi di Kebun  dengan berbagai kegiatan. Salah satu kegiatan pokok di Kebun adalah mengambil kelapa dengan Pisang, Cokelat, bisanya kegiatan ini tidak bersamaan satu hari fokus untuk memetik Cokelat, begitu juga dengan mengambil kelapa dan pisang. Disamping itu harus selalu pergi di Sawah untuk mengontrol keadaan tanaman padi yang bisanaya ada masalah baik terkait dengan keadaan airnya maupun macam-macam hama yang harus diantisipasi, salah satunya adalah melihat situasi pohonnya, melihat rumput dan berbagai macam yang lainnya.
            Di lain waktu saya turun si Sungai menajala ikan atau memukat. Tapi ini saya jadikan sebagai wahana permainan.  Kegiatan ini sangat menyenangkan karena ketika menjala kemudian dapat berbagai jenis hewan sungai termasuk dapat Udang besar maka hati sangat girang dan senang. Kalau pukatnya bisanya juga dapat beberapa jenis ikan termasuk ikan Bolu dengan Bonti dan masih banyak lagi jenis ikan yang lain. Inilah sebenarnya yang sangat saya rindukan karena waktu itu penuh dengan kegembiraan seolah-olah tidak ada masalah dalam kehidiupan ini.
            Banyaknya jenis permainan yang tak terlupakan termasuk berenan di Sungai ditambah dengan permainan yang lain seperti main layan-layang, maggoli (main keleren) maggolo (main bola), mallogo (permainan yang terbuat dari tempurung kelapa), ma pappe (ketapel), termasuk malanca (adu kekuatan kaki), perang-perangan dengan senjata bambu yang memakai amunisi dari pucuk jambu atau kertas. Ini semua  tidak bisa terlupakan. Inilah masa-,masa kanak-kanak yang penuh dengan kenangan membekas sampi hari ini. Saya kira semua orang punya kenangan masa kecil dan inilah yang sempat saya ingat yang membuat saya sangat terharu ketika mengenanngya.
Tidak terasa masa paneng pun tiba. Kurang lebih sama pada saat musim tanam, turun di pagi hari sampai menjelan magrib baru istirahat. Yang lamnya kurang lebih satu bulan juga. Kerena pada masa itu belum semodern seperti sekarang yang pakai mobil pemaneng yang luar bisa canggih dan ajaib. Kalau waktu itu masih massampa istilahya sangat tradisioanl dan luar biasa sulitnya.   
            Kegiatan inilah yang saya geluti selama di bangku sekolah SD sampai tamat Mts. Tapi pada saat sekolah dipesantren, setiap ada waktu libur maka saya pulang di kampung untuk membantu orang tua. Tapi, terkadang saya diminta untuk minta izin di Sekolah untuk membantu orang tua pada musim tanam begitu juga dengan musim panen karena butuh tenaga tambahan untuk kegiatan masa tanam dan panen tersebut.
            Pada saat saya merasa butuh istirahat di pesantren karena gegiatannya sangat  padat seperti mehafala al-Quran, Qawaid, Balagah, dan ilmu Arudh termasuk bahasa arab  dan masih banyak tugas yang  lain, maka saya putuskan untuk pulang kampung. Tapi ternyata dan ternyata ada pepatah mengatakan“niat hati mau memeluk gunung apala daya tangan tak sampai” karena ketika sampai di kampung pekerjaan menumpuk pun menanti bukan kegiatan di sawah saja yang menanti tapi pekerjaan yang ada di Kebun yaitu mengambil kelapa biji untuk dikumpulkan. Tidak jadi istirahatnya yang terjadi adalah kerja dan kerja lupa tugas sekolah.
            Masalahnya tidak sampai disini tapi masi ada pekerjaan lain yang tidak kalah beratnya yaitu memikul tandang pisang, pisangnya tidak main-main karena pisang besar jadi luar biasa beratnya karena dipikul dari kebun ke rumah melewati pematang sawah yang terkadang licin seningga jatuh tersungkur.
            Berangkat dari cerita ini sebenarnya luar bisa hikmanya yang membuat saya punya semangat untuk belajar dan memaknai arti kerja keras dan kerja berat tersebut. Semua ini adalah pelajaran yang sangat berharga samapai saat ini berkebun saya jadikan sebagai wahana olahraga yang lumayang manarik karena bisa mengeluarkan keringat.
Tunggu kisah selanjutnya.
Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.




Komentar

Posting Komentar